Tentang Sebuah Pilihan
November 19th, 2008 by atinprabandariBIsmillah…
Dear all, how I miss this blog… do you? ..hehehe…
Pernahkah kalian membuat pilihan? Pasti. Pilihan adalah sebuah keniscayaan dalam hidup. Kita tak kan pernah benar-benar hidup jika tidak pernah membuat pilihan. Pilihan adalah hal yang mutlak dan ajaib. Exciting dan challenging. Sexy dan menggairahkan. Karena di belakang pilihan selalu eksis rentetan konsekuensi yang pasti memiliki dua sisi: enak dan tidak enak. Sehingga membuat pilihan memang ditakdirkan menjadi privilige manusia. Karena melibatkan tak hanya emosi, tapi juga proses kognitif, kecerdasan sosial dan yang pasti..aspek keyakinan-spiritual. Bukankah membuat pilihan merupakan sebuah proses yang mengagungkan karya cipta-Nya??
Karena dengan membuat pilihan, ketangguhan kita diuji. Kesabaran kita diganjar. Kecermatan kita dipertajam. Ketangkasan kita diasah dan kehangatan jiwa kita diperdalam. Pilihan, tidak ada kata lain, merupakan rahmat ![]()
Nah, entah kau setuju apa tidak, tapi bagiku, hal yang paling mendebarkan dari membuat sebuah pilihan adalah..bahwa kita tidak pernah tahu pilihan yang seperti apakah atau yang manakah yang akan kita ambil. Terkadang kita dengan terlalu yakin mengklaim bahwa kita tidak akan membuat pilihan A karena kita mempunyai prinsip 1, 2, 3..dan seterusnya. Terkadang kita yakin bahwa pilihan C yang pasti akan kita buat karena kita orang yang seperti ini, seperti itu dan lain sebagainya.
Tapi, siapa yang bisa menjamin pilihan mana yang akan kita buat? karena dunia tidak ceteris paribus. Dan kita -tentu saja, sangat tidak ceteris paribus. Kita hidup, berpikir, berinteraksi dan bergerak. Kita belajar dari pengalaman membuat pilihan yang terdahulu. Kita belajar tentang mencintai dan memikirkan konsekuensi pilihan kita terhadap orang-orang yang kita cintai. Jadi, tak ada jaminan pilihan yang kita buat from time to time akan selalu senada, akan selalu terpola dan terprediksi ![]()
terkadang kita percaya bahwa kita tak punya pilihan..tapi senyatanya kita sendiri lah yang memilih untuk menutup semua kemungkinan adanya pilihan tersebut
pun pilihan-pilihan yang datang terkadang sangatlah mendebarkan..tak terduga..tak dinyana..tak terpikirkan atu bahkan..tak diharapkan.
dan terkadang, pilihan-pilihan yang telah kita prediksikan akan menjadi alternatif tindakan kita pun bisa berubah seiring waktu
Sehingga, menjadi flesiksible dan open minded dalam merumuskan pilihan-pilihan yang akan kita pilih sesuai dengan situasi dan kondisi pun mau tidak mau pun menjadi sebuah pilihan ![]()
Satu hal lagi yang tak boleh kita lupakan dalam membuat pilihan…adalah konsekuensi-konsekuensi yang pasti muncul dari pilihan-pilihan tersebut. Perlu ada treatment lain dari sekedar ‘menerima dengan lapang dada’ konsekuensi-konsekuensi dari pilihan tersebut. Treatment yang menuntut tak sekedar keikhlasan dan kebijaksanaan namun juga kreativitas dan optimisme untuk membuat konsekuensi-konsekuensi tersebut baik positif maupun negatif menjadi sesuatu yang mencerahkan, yang dinamis dan memberikan makna serta manfaat.
Setelah lama membuat pilihan tanpa sempat merfleksikannya, akhirnya aku berani berkata.. AKu berani membuat pilihan yang tak kupikirkan sebelumnya, karena aku percaya bahwa konsekuensi-konsekuensi yang masih berada dalam area negatif pertimbanganku insya Alloh menjadi lahan untuk melompat jauuuuuhhhh lebih tinggi. Aku percaya. Bismillah.
Bagaimana denganmu?